Christopher Nolan memang bukan sekadar sutradara; ia adalah arsitek pengalaman sinematik. Ketika Interstellar dirilis pada tahun 2014, publik dibuat terpaku bukan hanya oleh visual effects yang memukau, tetapi juga oleh kedalaman emosi yang tersembunyi di balik teori-teori fisika kuantum dan lubang hitam. Hingga kini, bahkan setelah bertahun-tahun berlalu, minat masyarakat untuk menonton ulang atau menonton pertama kali film ini tidak pernah surut.